Kamis, 31 Desember 2009

Konsultasi Teologi: Yesus Menyelamatkan Adam, Abraham, Musa?

Pdt. Bigman Sirait

PAK, saya mau bertanya tentang “Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup tak seorang pun sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia”. Artinya, semua manusia harus menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat supaya dia bisa masuk surga.
Bagi kita umat manusia yang hidup pasca-Perjanjian Baru, hal ini mungkin tidak masalah. Yang jadi pertanyaan saya adalah bagaimana dengan manusia yang hidup sebelum Yesus, yang notabene belum mengenal Yesus, semacam Adam dan Hawa, Abraham, Musa, dll., apakah mereka itu akan masuk surga juga? Terimakasih Pak.
George S. Lase
Medan

SEBUAH pertanyaan menarik yang juga sering diperdebatkan banyak orang. George yang dikasihi Tuhan, bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan bahwa tidak ada satu orang pun yang akan sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia (Yohanes 14: 6), adalah benar. Itu adalah ucapan Yesus Kristus sendiri yang dapat kita pahami sepenuhnya melalui kesaksian Alkitab. Adalah fakta Alkitab bahwa Yesus adalah Allah yang setara dengan Bapa (Filipi 2: 6-9), yang rela mengosongkan diri, dan menjadi sama dengan manusia. Adalah fakta bahwa Dia adalah Sang Firman yang ada bersama de-ngan Allah, dan telah ada sebelum segala sesuatunya ada, dan yang keberadaan-Nya melintasi ruang dan waktu (Yohanes 1: 1-3). Dan para rasul selalu bersaksi bahwa di kolong langit ini tidak ada nama lain, yang di alamnya ada keselamatan, kecuali Yeus Kristus Tuhan (Kisah 4:12).


Jadi bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat satu-satunya sangat jelas dalam Perjanjian Baru. Namun mengatakan ini bagi kita yang hidup di pasca-Perjanjian Lama mungkin tidak masalah, harus berhati-hati. Artinya tidak masalah dalam mema-haminya, bisa ya. Tapi jika tidak masalah karena dengan percaya kita selamat, sekali lagi hati-hati. Saya perlu menekankan hal ini, seperti peringatan Yesus Kristus sendiri, bahwa tidak setiap orang yang menyebut-Nya “Tuhan-Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga, me-lainkan yang melakukan kehendak Bapa”. Bahkan pada waktu itu (di pengadilan Allah), akan ada yang berkata bahwa dia telah bernubuat, mengusir setan, bahkan mukjizat di dalam nama Yesus, tetapi ditolak oleh Yesus Kristus Tuhan. Jadi bagi kita yang hidup pasca-Perjanjian Baru dituntut bukan hanya percaya, melainkan juga melakukan kehen-dak Bapa.


Nah, bagaimana mereka yang hidup di masa Perjanjian Lama? Yang pertama perlu diingat, Yesus Kristus bukan ada sejak Perjanjian Baru atau tahun Masehi, melainkan ada dalam kekekalan (band. Yohanes 8: 57-58). Bagaimana memahami kehadiran atau keterlibatan Kristus di dalam Perjanjian Lama? Mari kita simak apa yang dikatakan Rasul Paulus. Dia berkata dalam 1 Korintus 10: 1-5; Bahwa sesung-guhnya Kristus hadir dalam perja-lanan orang Israel di padang gurun. Hanya saja kehadiran-Nya dalam fenomena alam, makanan dan minuman yang menyelamatkan perjalanan orang Israel. Ketika melintas laut ternyata itulah simbol pembaptisan, padahal tak satu pun dari mereka yang basah. Ketika ada di antara orang Israel mati, bukan karena kekurangan makanan dan minuman, melainkan karena kurang percaya, sehingga tidak berkenan di hadapan Allah.


Jadi dengan jelas, Paulus ingin mengatakan betapa keselamatan dalam perjalanan bagi orang Israel adalah percaya kepada Yesus Kristus yang belum mereka kenal (belum inkarnasi), tapi nyata dalam fenomena yang ada. Ketaatan kepada ketetapan Tuhan yang dinyatakan melalui Musa adalah ekspresi kehadiran Sang Firman Hidup. Jadi dengan segera kita bisa melihat benang merah yang jelas antara umat di Perjanjian Lama dengan keimanan kepada Yesus Kristus Tuhan. Bahkan soal kesela-matan pun dengan jelas dapat kita lihat pada apa yang disaksikan Rasul Petrus. Dalam 1 Petrus 3:17-20; jelas dikatakan bahwa kematian Yesus Kristus berlaku bukan hanya pada saat itu (present) atau juga ke depan (future), melainkan juga ke waktu yang lampau (past).
Jadi, kematian Yesus Kristus berkaitan erat dengan orang di jaman Nuh. Mereka yang menolak pemberitaan Nuh ternyata sama dengan menolak Yesus Kristus Sang Firman itu. Itu sebab Yesus Kristus memproklamirkan keselama-tan yang di dalamnya Nuh, di waktu yang lampau, percaya dan melaku-kan perintah Tuhan. Tetapi orang lain tidak mau percaya bahkan mencemoohnya. Sangat jelas bukan, bahwa tidak ada permasalahan soal waktu, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dalam hal keselamatan. Yang ada ialah keimanan dan ketaatan mela-kukan kehendak Tuhan yang men-jadi ukuran. Ingat, Yesus Kristus hadir lintas waktu.v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar